Musim panas adalah saat yang paling santai pada era sepakbola kompetitif seperti sekarang. Para suporter biasanya lebih menantikan kabar-kabar yang bersifat trivial, yaitu siapa yang akan datang untuk musim depan. Para pemain besar dengan reputasi ternama tentunya merupakan sesuatu yang diharapkan oleh para suporter.

Kejelian Real Madrid Menarik Lagi Jesus Vallejo
Kejelian Real Madrid Menarik Lagi Jesus Vallejo

Pemain fenomenal yang baru muncul pada musim lalu, seperti Kylian Mbappe dari AS Monaco, tentu saja akan menjadi idola bagi klub baru yang ia datangi. Tim seperti Real Madrid tentu saja begitu senang dengan kehadirannya, namun tidak begitu yang terjadi saat ini. Kehadiran Mbappe bisa menimbulkan kompleksitas mengingat rencana Madrid untuk mengedepankan para pemain muda binaan akademi. Hal itu terlihat dengan keputusan mereka untuk mengembalikan Jesus Vallejo ke Real Madrid utama setelah melalui dua tahun peminjaman di Zaragoza dan Frankfurt.

Vallejo akan menjadi pemilik nomor 3 terbaru bagi Real Madrid, menggantikan Pep. Pemain berusia 20 tahun ini memang sudah mengidolakan Real Madrid sejak kecil. Tentu saja ini menjadi sebuah momen yang emosional dimana ia akhirnya bisa bergabung dengan tim yang ia nantikan sejak lama. Jika perkembangannya positif, bukan tak mungkin Vallejo nantinya ditunjuk menjadi kapten tim dalam beberapa tahun ke depan.

Ia akan bertindak sebagai pengganti bek berusia 34 tahun, Pepe, yang banyak berkontribusi bagi Real Madrid. Akan tetapi, kehadiran Vallejo diperkirakan belum bisa segera menggantikan peran Pepe dalam waktu dekat. Butuh waktu sampai akhirnya ia masuk dalam skema sang pelatih Zinedine Zidane.

Madrid juga merekrut pemain muda Theo Hernandez yang akan mengambil posisi sebagai cadangan Marcelo. Zidane memilih untuk meminjamkan Fabio Coentrao demi bisa memfasilitasi kesempatan bermain bagi bek muda yang didatangkan dari Atletico Madrid tersebut.

Theo diperkirakan tidak akan sulit untuk mendapatkan jam bermain mengingat riwayat Marcelo yang rentan mengalami cedera. Akan tetapi, pemain muda berusia 19 tahun ini wajib menjaga diri dari tindakan indisipliner mengingat statistiknya yang cukup mengkhawatirkan pada musim lalu. Ia memperoleh 12 kartu kuning dan satu kartu merah dari 30 pertandingan La Liga.

Inilah Real Madrid dalam versi yang baru. Bukan lagi Los Galacticos, melainkan para pemain yang dihasilkan dari pembinaan berjenjang dengan kualitas yang merata. Jika berjalan dengan lancar, kita akan menyaksikan Jesus Vallejo muncul sebagai kebanggaan publik kota Madrid dan sejumlah nama lainnya yang benar-benar murni berasal dari akademi.

bca
SENIN - JUMAT

21.00 - 00.00 WIB
22.00 - 23.00 WIB

SABTU - MINGGU

00.00 - 06.00 WIB

mandiri
SENIN - MINGGU

23.00 - 04.00 WIB

bni
SENIN - MINGGU

ONLINE 24 JAM

bri
SENIN - MINGGU

22.45 - 06.00 WIB