Pemecatan Craig Shakespeare sebagai manajer membuat Michael Appleton mengemban tugas di Liberty Stadium. Ia ternyata mampu membuat Leicester pantas menang dengan mempermalukan Swansea. Sebuah gol bunuh diri Federico Fernandez dan gol dari Shinji Okazaki di babak kedua begitu bermakna bagi Appleton sekaligus tim lawan sempat menjebol gawang Leicester lewat Alfie Mawson.

“Periode ini sudah sedikit memalukan bagi kami dengan hasil-hasil buruk yang kami dapatkan dan kemudian tidak memiliki manajer,” ujar Okazaki yang ditempatkan di belakang Jamie Vardy. “Kami hanya memutuskan untuk membuat semuanya begitu sederhana dan memainkan sepakbola satu sentuhan ketika kami mengumpan dan bergerak. Itu bekerja. Gol saya adalah sebuah momen dimana Saya tahu Saya akan mencetak gol setibanya bola datang kepada Saya. Saya bisa merasakan bahwa itu merupakan momen Saya di pertandingan tersebut.”

Kapten Leicester Wes Morgan juga menambahkan pendapatnya tentang instruksi dari sang pelatih, “Michale bilang kepada kami untuk mengabaikan segala omongan di luar lapangan dan hanya fokus pada pertandingan. Pada akhirnya kami tidak punya kendali atas apa yang terjadi di atas lapangan yang berkaitan dengan manajemen, jadi semua yang kami bisa tunjukkan adalah betapa bagusnya kami sebenarnya ketika bermain.”

Para pemain Leicester telah terbiasa dengan pergantian manajerial. Akan tetapi, pertandingan yang berlangsung di South Wales tersebut seolah menandakan kembalinya pemain kunci ketika mereka meraih titel juara seperti yang ditampilkan oleh Okazaki dan Riyad Mahrez.

Kedua pemain inilah yang merepotkan pertahanan lawan dan pantas mendapatkan gelar Man of the Match. Hasil yang cukup memuaskan bagi semua punggawa Leicester.

“Ini adalah waktunya kami mulai mengejar sejumlah poin di kedepannya nanti. Kami tidak merasa seperti kami menjalani awal musim yang bagus dan semoga kami bisa membangun ini semua. Kami memulai pertandingan dengan baik dan merasa nyaman dalam penguasaan bola. Kami mendominasi babak pertama dan kami menciptakan beberapa peluang.”

“Ini lebih seperti Leicester lama yang tentu saja bagus. Kami mencetak gol pada saat yang tepat dan kami bahkan menunjukkan sejumlah kekokohan dari kebobolan tapi masih bisa melihat pertandingan berakhir seperti yang diinginkan.”

bca
SENIN - JUMAT

21.00 - 00.00 WIB
22.00 - 23.00 WIB

SABTU - MINGGU

00.00 - 06.00 WIB

mandiri
SENIN - JUMAT

21.00 - 00.00 WIB
22.00 - 23.00 WIB

SABTU - MINGGU

00.00 - 06.00 WIB

bni
SENIN - MINGGU

ONLINE 24 JAM

bri
SENIN - JUMAT

21.00 - 00.00 WIB
22.00 - 23.00 WIB

SABTU - MINGGU

00.00 - 06.00 WIB